Reresik adalah sebuah gerakan kebersihan sampah lingkungan sekolah yang dipelopori oleh siswa di SMP Negeri 3 Panggang. Reresik merupakan akronim dari reduce dan reuse sampah sekitar kita. Terilhami oleh istilah reresik yang dalam bahasa jawa berarti membersihkan, gerakan ini berfokus kepada dua prinsip pengelolaan sampah, yakni reduce dan reuse.
Dalam prinsip pengolahan sampah yang utuh terdapat 3 prinsip yang meliputi: reduce, reuse, dan recycle. Prinsip yang ketiga tidak dipilih dikarenakan alasan keterbatasan kemampuan sekolah dalam mendaur ulang plastik kemasan makanan dan minuman, sebagai sampah terbanyak di SMP Negeri 3 Panggang.
Dalam tahapan awal sebelum dilakukan reduce dan reuse, sampah yang ada di sekolah dikelola dengan melakukan pemilahan sampah berdasarkan kelompok organik dan anorganik. Tahapan ini dalam gerakan Reresik dinamakan sebagai Lampah Sae.
Reduce merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang berarti mengurangi, berfokus pada kegiatan mengurangi penggunaan sampah terutama plastik. Fokus ini dipilih karena keberadaan sampah plastik kemasan yang sudah terlanjur banyak di sekolah dan belum terkelola dengan baik. Sampah ini biasanya bersumber dari kemasan makanan dan minuman dari warung yang dikelola warga di sekitar sekolah. Kegiatan yang dilakukan disekolah meliputi gerakan membawa bekal dari rumah (penggunaan kemasan makanan dan minuman yang dibawa siswa dari rumah). Gerakan ini diistilahkan sebagai Besus (Bekal Sehat untuk Siswa).
Reuse merupakan istilah berbahasa Inggris berarti menggunakan kembali, berfokus pada gerakan memanfaatkan kembali sampah plastik yang sudah ada di lingkungan sekolah menjadi barang lain yang bernilai guna/bermanfaat. Kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan di sekolah meliputi pembuatan ecobrick serta pemanfaatannya. Tahapan ini diistilahkan sebagai Eman (Ecobrick dan teman-teman)
Untuk menjaga dan mengontrol keberlanjutan dan konsistensi gerakan reresik dibentuk sekelompok siswa yang diberi tugas sebagai Generasi Agen Reresik (Gen Asik). Gen Asik disematkan kepada beberapa siswa yang mendapatkan jatah piket di kelas secara bergiliran untuk mengontrol aktivitas pembuangan sampah di sekolah. Pemilihan ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan peran serta siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan.